Breaking News

Jubir Milenial Anies: Anies Baswedan Pahlawan Transportasi Dunia Bareng Elon Musk

 Jakarta-Jubir Milenial Anies mengungkapkan Anies Baswedan merupakan pahlawan transportasi dunia bareng Elok Musk. Anies Baswedan merupakan satu-satunya Calon Presiden 2024 punya penghargaan dari dunia. 

Agung Prihatna Ketua Jubir Milenial Anies mengungkapkan mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan merupakan pahlawan transportasi dunia. 

Menurut Agung Prihatna, Anies Baswedan merupakan satu-satunya Calon Presiden 2024 yang mendapatkan penghargaan dari Transformative Urban Mobility Initiative (TUMI) sebagai pahlawan transportasi dunia tahun 2021

"Nama Anies Baswedan bersanding dengan 20 tokoh dunia lainnya, antara lain pendiri Space X dan Tesla, Elon Musk," ungkap Agung Prihatna. 

Agung Prihatna menilai penghargaan dari TUMI merupakan pengakuan dunia atas keberhasilan Anies Baswedan dalam merubah wajah Transportasi di Ibu Kota Negara. 

“Selama di Jakarta, Anies Baswedan sudah memberikan kerja terbaiknya dan dunia mengakuinya,” tutup  Agung sampaan  Agung Prihatna. 

Berdasarkan informasi dari laman resminya, TUMI adalah organisasi yang mendorong inisiatif implementasi kebijakan tentang transportasi urban berkelanjutan. Organisasi asal Jerman itu dibentuk oleh 11 mitra bergengsi. Penghargaan 21 Heroes 2021 diberikan kepada tokoh dunia yang dinilai mampu mengembangkan bidang transportasi di tengah tantangan global menghadapi pandemi Covid-19. 

Apa indikator penilaian TUMI hingga menobatkan Anies menjadi salah satu pahlawan transportasi dunia?

1. Jalur sepeda sepanjang 63 kilometer 

Berdasarkan informasi yang dikutip dari laman resmi TUMI, Anies dinilai mampu meningkatkan layanan transportasi di Ibu Kota, salah satunya menyediakan jalur khusus sepeda sepanjang 63 kilometer. 

Pengadaan jalur sepeda memang salah satu janji Anies kepada warga Jakarta. Anies pernah menjanjikan pengadaan jalur sepeda sepanjang 500 kilometer di seluruh Jakarta. 

Janji tersebut disampaikan Anies usai bersepeda bersama duta besar negara-negara Nordik yang tergabung dalam Uni Eropa di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, pada 5 November 2020. 

Meskipun begitu, janji pengadaan jalur sepeda itu bukan sekali saja digaungkan. Pada tahun 2019, Anies juga pernah menyampaikan janji yang sama, yakni pengadaan jalur sepeda sepanjang 500 kilometer.

Akan tetapi, hingga kini, Pemprov DKI Jakarta baru menyiapkan 63 kilometer jalur sepeda. 

Rute jalur sepeda 63 kilometer itu terdiri dari 25 kilometer di sepanjang Jalan Medan Merdeka Selatan - Jalan MH Thamrin - Jalan Imam Bonjol - Jalan Pangeran Diponegoro - Jalan Proklamasi - Jalan Pramuka - Jalan Pemuda.

Kemudian, sepanjang 23 kilometer di Jalan Jenderal Sudirman - Jalan Sisingamangaraja - Jalan Panglima Polim - Jalan RS Fatmawati.

Lalu, sisanya berada di Jalan Tomang Raya - Jalan Cideng Timur - Jalan Kebon Sirih - Jalan Matraman Raya - Jalan Jatinegara Barat - Jalan Jatinegara Timur.


2. Integrasi moda transportasi 

Kriteria penilaian selanjutnya adalah pengembangan sistem integrasi antarmoda transportasi di Jakarta. 

Integrasi antarmoda transportasi memang sudah digodok sejak tahun 2018. Lalu, pada tahun 2020, Kementerian Perhubungan, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membentuk perusahaan patungan integrasi ticketing. 

Perusahaan integrasi ticketing atau pertiketan itu diberi nama JakLingko Indonesia yang melibatkan empat perusahaan di dalamnya, yakni PT MRT Jakarta, PT Kereta Commuter Indonesia, PT LRT Jakarta, dan PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ).

Ke depan, tiket berbagai macam moda transportasi, seperti transjakarta, MRT, LRT, KRL, dan angkutan kota, bisa dibayar dengan menggunakan satu kartu atau satu jenis pembayaran. 

Anies mengatakan, integrasi tiket antarmoda transportasi rencananya bisa dimanfaatkan warga DKI pada pertengahan tahun 2021. 


"Maka, kami berharap proses yang bisa berjalan dengan cepat mudah-mudahan bila tidak ada halangan maka pertengahan tahun depan mudah-mudahan masyarakat di Jakarta sudah bisa menikmati device satu untuk semua," kata Anies di Kantor Kementerian Perhubungan sebagaimana disiarkan akun YouTube Kementerian Perhubungan, 15 Juli 2020.


3. Revitalisasi stasiun

Revitalisasi sejumlah stasiun KRL juga menjadi indikator penilaian TUMI untuk memilih pahlawan transportasi. "Renovasi stasiun angkutan umum milik pemerintah yang terhubung langsung dengan stasiun Commuter Line," tulis TUMI.

Pemprov DKI menata empat stasiun, yakni Stasiun Tanah Abang, Stasiun Juanda, Stasiun Senen, dan Stasiun Sudirman. Penataan keempat stasiun itu dilakukan bertahap sejak 21 Januari 2020. 

Penataan dilakukan untuk mengintegrasikan seluruh moda transportasi baik transjakarta, kereta api, maupun angkutan online. 

Selain itu, Dinas Perhubungan DKI Jakarta juga bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Moda Raya Terpadu (MRT) untuk mengatur atau merapikan tempat bagi ojek online (ojol) ataupun ojek pangkalan (opang). 

Pada Juni 2020, Stasiun Terpadu Tanah Abang dan Sudirman, Jakarta, diresmikan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dua stasiun itu dinamakan stasiun terpadu karena mengintegrasikan berbagai transportasi publik, seperti KRL, MRT, bajaj, angkutan kota, taksi, dan ojek online.

Saat peresmian, Anies menyebutkan, arahan untuk menata stasiun dan mengintegrasikan dengan berbagai moda transportasi sudah muncul sejak periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo. 

Namun, penataan dan pengintegrasian transportasi di Jakarta baru terwujud pada periode kedua pemerintahan Jokowi. "Hingga akhirnya dengan kepemimpinan baru kita mendapatkan dorongan baru dan akhirnya perjalanan yang cukup panjang untuk mengintegrasikan memasuki babak pentingnya siang hari ini. Ini momen yang kita sudah tunggu lama, kita sama-sama bisa hadiri," kata Anies dalam siaran via akun Facebook Pemprov DKI Jakarta, 17 Juni 2020.


4. Bus listrik Jakarta 

TUMI juga menyebut peluncuran bus listrik merupakan salah satu contoh pengembangan transportasi urban berkelanjutan yang dilakukan Anies.

Pada tahun 2019, Anies menyampaikan rencana untuk mengganti semua bus transjakarta yang berbahan bakar gas (BBG) menjadi menggunakan bus listrik.

Kemudian, pada tahun 2020, PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) melakukan uji coba dua bus listrik yang melayani rute Blok M-Balai Kota (EV1) selama tiga bulan, yakni sejak Juli 2020. 

Kedua bus listrik tersebut, yakni BYD tipe C6 dan K9, dinyatakan memiliki ketahanan baterai yang baik dan stabil. Program uji coba bus listrik itu merupakan langkah lanjutan dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2020 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan. 

Selain itu, uji coba bus listrik juga mengacu pada Ingub Nomor 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara.


Sumber: Kompas.com

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close