Breaking News

Di Balik Rumput Boyolali untuk JIS Karya Anies Basweda

YOGYAKARTA – Tidak banyak yang tahu, rumput Stadion Jakarta International Stadium (JIS) yang berstandar FIFA ini berasal dari Boyolali, Jawa Tengah. Sebelum menggunakan rumput Boyolali ini, Anies Baswedan sudah bertanya-tanya ke sana kemari, termasuk kepada jasa pembuatan lapangan di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta.

Cerita ini disampaikan kolega Anies Baswedan semasa kuliah di UGM Yogyakarta, Indra Bastian. Pria yang kini sebagai Guru Besar Akuntansi Sektor Publik Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UGM Yogyakarta ini mengungkapkan, butuh ketekunan yang luar biasa dalam membangun stadion dengan tumput bersertifikat tertentu dari FIFA.

Menurut Prof Indra, Anies Baswedan sudah banyak bertanya termasuk yang membuat Stadion GBK. “Ditanya Pak Anies sampai tiga kali nggak bisa garap, bilang nggak bisa. Lalu Pak Anies mencari-cari, dengan kesabaran dan ketekukannya, akhirnya ketemu di Boyolali rumput itu,” katanya dalam workshop Relawan Anies yang digelar oleh Relawan Anies Alumni Gadjah Mada (Relagama) pada Jumat, 14 Juli 2023 malam.

“Ternyata rumput yang dikembangkan di Boyolali itu untuk ekspor. Tak ada yang menyangka rumput JIS pakai dari Boyolali, Jawa Tengah,” imbuh Prof Indra dalam workshop bertema JIS sebagai Legacy Anies Baswedan di Mata Masyarakat.

Rumout sintetis yang dikembangkan di Boyolali ini memang merupakan tempat penumbuhan rumput bertaraf Internasional berstandar FIFA bahkan diekspor kemana-mana. Rumput di JIS menggunakan jenis rumput hybrid yaitu kombinasi dari rumput sintetis dan rumput alami.

Menggunakan campuran rumput sintetis ini karena memiliki fungsi mengikat akar sehingga jika ada masalah bisa diangkat. Rumput ini dikelola Harapan Jaya Lestarindo di Desa Pusporenggo, Kecamatan Musuk, Boyolali.

“Jadi lokasinya keluar dari Jalan Tol Boyolali, sekitar 2 km ada jalan ke atas ke Gunung Merapi, di situ ada perusahaan rumput. Perusahaan rumput di kaki Gunung Merapi ini untuk ekspor,” kata Prof Indra.

Alumnus MBA di Muray State University United States dan Ph.D di University of Hull United Kingdom ini mengatakan, sisi positif penggunaaan rumput Boyolali ini, selain memenuhi standar FIFA juga tentang keberpihakan Anies Baswedan. “Artinya sebagai gubenur saat itu, Pak Anies mendahulukan orang Indonesia, maka di Boyolali yang dipilih, bukan mencari cari luar negeri,” ungkapnya.

Prof Indra mengatakan, keberpihakan Anies Baswedan kepada warga Indonesia sangat jelas. Selain JIS, keberpihakan itu juga sangat kental pada pembangunan sirkuit untuk Formula E. “Pak Anies beli komponen aspal dari Jerman, lalu diolah di Indonesia, oleh orang Indonesia pula,” katanya.

Dia mengatakan, apa yang dilakukan Gubernur Anies saat itu tentang kapabilitas, tidak semua kepala daerah bisa melakukan itu. “Jadi, jika nanti Pak Anies sebagai presiden, akan banyak lagi perobosan tentang insfrastruktur, tidak hanya JIS dan Formula E,” tegasnya. 

Sumber:Kbanews

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close