Breaking News

Cerita Di Balik Sukses Anies Baswedan Mengintegrasikan Transportasi Publik di Jakarta

YOGYAKARTA-Salah satu terobosan Anies Baswedan saat menjadi Gubernur DKI Jakarta adalah mengintegrasikan transportasi. Awalnya banyak meragukan, Anies yang sebelumnya mantan rektor dan Mendikbud bisa mengurusi persoalan transportasi.










Mantan Direktur Pelayanan dan Pengembangan PT Transjakarta Achmad Izzul Waro mengatakan, transportasi menjadi momok pemprov karena mayotitas sangat mengandalkan pajak kendaraan motor sebagai PAD utama.

“Semakin gede PA, konsekuensi akan semakin macet,” katanya dalam workshop Relawan Anies bertema JIS sebagai Legacy Anies Baswedan di Mata Masyarakat yang digelar oleh Relagama pada Jumat, 14 Juli 2023 malam.

“Semakin banyak pembeli kendaraan baru atau bekas, di situlah pajak diraih untuk menggerakkan pembangunan. Sebagai timbal baliknya pemerintah harus menganggarkan yang cukup menata trasportasinya,” jelasnya.

Menurut dia, sebelum Anies Baswedan menjadi Gubernur DKI Jakarta, saat itu yang menjadi masalah integrasi transportasi umum. Tahun 2016 baru ada Transjakarta. MRT dan LRT belum beroparesi. “Saat Pak Anies jadi Gubernur, Transjakarta mulai diintegrasikan dengan operator bus yang ada, termasuk angkot-angkot,” ungkapnya.

Konsep yang diusung saat itu, oke on trip yang merupakan turunan Oke Oce. One ticket all trip. biaya menjadi lebih murah. “Pak Anies punya political knowledge sehingga dikomunikasikan. Ketika Pak Anies mulai bertugas, semua operator luar biasa protesnya saat itu,” katanya.

Alumni Teknik Sipil UGM Yogyakarta ini mengungkapkan, di awal pemerintahan Anies Baswedan muncul kasus penutupan jalan di Tanah Abang, semakin kencang protes karena banyak angkot-angkot yang terganggu. “Kantor Gubernur di ruang rapim itu operator teriak-teriak, memaki-maki direksi Transjakarta. Bahkan, mediasi rapat berlangsung hingga 20 kali,” kenangnya.

Semangat yang diusung waktu itu Jakarta menjadi kota maju di dunia. “Kalau tidak melihat, maka tidak percaya. Maka para operator, sopir bus dan angkot itu kita bawa ke Seoul Korea Selatan. Kita lihat di sana ada integrasi transportasi, bahkan di sana ada 70 operator. mereka bersatu di bawah payung KOTI (Korea Transport Institute),” jelasnya.

Setelah dari Seoul, para operator bus dan angkot di Jakarta mau menandatangani MoU integrasi dengan Transjakarta sebagai perpanjangan Pemprov DKI Jakarta.

“Policy maker bisa memahami dengan baik kebutuhan teknis yang bisa dikonversikan sesuai kebutuhan masyarakat. Ini menjadi bagian top of mind. Bayar sekali bisa sampai tujuan tidak perlu gonta ganti armada,” jelasnya.

Artinya, kata Izzul, kepemimpinan Anies Baswedan bisa mewujudkan yang awalnya banyak orang meragukannya. “Awalnya tidak ada yang yakin, Mas Anies sebagai seorang mantan rektor, menteri pendidikan, apa bisa mengatasi persoalan teknis transportasi. Faktanya bisa, bangun JIS yang megah juga bisa,” jelasnya.

“Pasti awalnya meragukan. Dengan kolaborasi kita smeua, itu semua bisa dituntaskan dengan menyakinkan,” tegasnya.

Sumber:Kbanews

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close